Selasa, 30 Oktober 2012

Bagaimana CBIS Memperbaiki Kualitas Produk dan Jasa agar Perusahaan dapat Mencapai Keunggulan Kompetitif


Nama   : Indah Nurlestari
NPM    : 49210575
Kelas    : 3DA03

PENDAHULUAN

Setiap pimpinan perusahaan baik itu perusahaan pemerintah atau swasta selalu menggunakan informasi untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Tujuannya untuk memahami kebutuhan dan keinginan konsumen. Sehingga perusahaan dituntut untuk dapat menentukan tingkat kualitas produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan.

Pimpinan perusahaan dalam mengelola informasi yang cepat dan akurat menggunakan program-program komputer. Ada beberapa jenis aplikasi program komputer untuk mendukung kinerja suatu perusahaan bisnis, seperti aplikasi yang berkaitan dengan penanganan transaksi akuntansi, aplikasi yang berkaitan dengan bidang manajemen sumber daya manusia, aplikasi yang berkaitan dengan bidang pengambilan keputusan, aplikasi yang berkaitan dengan bidang informasi manajemen. Seluruh aplikasi program komputer atau lebih dikenal dengan software di bidang bisnis tersebut lebih dikenal dengan istilah sitem informasi berbasis komputer (computer-based information system), atau CBIS. Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.


PEMBAHASAN

Cara CBIS memperbaiki kualitas produk dan jasa agar perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif yaitu dengan adanya informasi, sumber daya informasi mencakup : 
  1. perangkat keras { fasilitas } 
  2. perangkat lunak { database }  
  3. spesialis informasi { informasi }  
  4. dan pemakai.
Sumber daya yang ditempatkan dalam jasa informasi dikelola oleh CIO. Konsep CIO mengakui manajer jasa informasi sebagai seorang eksekutif. Usaha awal mengembangkan suatu rencana strategis untuk jasa informasi disebut transformasi kumpulan strategi (strategy set transformation). Walau metodologi ini masih dipraktekkan, tak ada jaminan bahwa sumber daya informasi yang dibutuhkan tersedia. Masalah ini dapat dipecahkan dengan mengembangkan rencana-rencana strategis untuk perusahaan dan jasa informasi secara bersamaan. Pendekatan ini dinamakan perencanaan strategis sumber daya informasi (Strategis Planning for Information Resources / SPIR). Hasil dari SPIR adalah suatu rencana yang mengidentifikasi kebutuhan sumber daya informasi bagi tiap subsistem CBIS untuk periode yang tercakup dalam jangka waktu perencanaan strategis.

Mencapai CBIS

Dalam beberapa hal, tiap subsistem dari CBIS menyerupai suatu organisme hidup-lahir, bertumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Proses evolusioner ini disebut siklus kehidupan sistem dan terdiri dari tahap-tahap sebagai berikut : 
  1. Perencanaan 
  2. Analisis 
  3. Rancangan 
  4. Penerapan 
  5. Penggunaan
SIM yang memproyeksikan jumlah agen dan perekrut untuk perusahaan asuransi telah digunakan sejak pertengahan 1980-an. Cepat atau lambat, sifat kehidupan membentuk suatu pola lingkaran. Saat suatu sistem berakhir masa kegunaannya dan harus diganti, suatu siklus kehidupan baru dimulai, diawali dengan tahap perencanaan.

Mengelola CBIS

Seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus kehidupan dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan. Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh para spesialis informasi.

Menempatkan CBIS dalam konteks

Manajer sekarang benar-benar tidak memiliki banyak pilihan mengenai penggunaan komputer. Pertanyaan bukan lagi soal menggunakannya atau tidak, tetapi seberapa ekstensif menggunakannya. Sebagian besar perusahaan telah menjadi sepenuhnya tergantung pada sistem pengolahan data berbasis komputer dan tidak dapat menangani transaksi satu hari pun tanpanya. Sebagian perusahaan juga telah mencapai sistem-sistem yang menyediakan informasi pemecahan masalah, mempercepat arus komunikasi, dan menyediakan keahlian yang sangat beragam.

Konsep keunggulan kompetitif dalam operasional perusahaan

Keunggulan kompetitif perusahaan dapat dibangun di atas salah satu dari tiga disiplin nilai. Pertama, operasional prima (operational excellence). Perusahaan yang menggunakan strategi ini berupaya mencapai biaya paling efisien pada setiap proses bisnis yang menghasilkan kualitas jasa dan barang sesuai harapan pelanggan. Kedua, keakraban dengan pelanggan (customer intimacy). Perusahaan yang menggunakan strategi ini mempertahankan bisnis dengan menunjukkan pemahaman luar biasa pada kebutuhan dan harapan pelanggan melebihi rata-rata kompetitor. Ketiga, produk atau layanan yang senantiasa inovatif dan terdepan (product leadership). Perusahaan yang menggunakan strategi ini membangun keunggulan kompetitif dengan terus-menerus menciptakan produk atau layanan yang paling canggih, paling baik, paling inovatif. Manajemen puncak,manajer madya dan karyawan perlu memahami implikasi setiap strategi.
Kualitas dan Keunggulan Kompetitif

Kerugian kualitas yang buruk :
 
  • Kehilangan bisnis karena pelanggan pindah ke yang lain. 
  • Tuntutan hukum, karena kualitas buruk pelanggan bisa menuntut secara hukum. 
  • Kehilangan produktivitas. 
  • Biaya-biaya : 
  1. Biaya kegagalan (failure cost) biaya yang terjadi karena kualitas buruk. 
  2. Biaya penilaian (appraisal cost), biaya pemeriksaan kualitas di pabrik. 
  3. Biaya pencegahan (prevention cost).
Keuntungan kualitas yang baik :
Kualitas baik bisa meningkatkan penjualan dan biaya yang rendah, gabungan keduanya menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan.

KESIMPULAN
Suatu perusahaan selalu membutuhkan informasi yang tepat dan akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan-kebijakannya. Informasi menjadi sangat penting bagi siapapun yang ingin menguasai keunggulan. Cara untuk mengelola informasi yang akurat dan tepat ini selalu mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu, perusahaan menggunakan aplikasi program komputer atau lebih dikenal dengan software di bidang bisnis tersebut lebih dikenal dengan istilah sitem informasi berbasis komputer (computer-based information system), atau CBIS. Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Cara CBIS memperbaiki kualitas produk dan jasa agar perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif yaitu dengan adanya informasi, sumber daya informasi mencakup perangkat keras { fasilitas }, perangkat lunak { database }, spesialis informasi { informasi }, dan pemakai.

Referensi :
  • http://www.scribd.com/doc/73448824/CBIS 
  • http://akmaldarmawansyarief.blogspot.com/2009/11/cbis-computer-based-information-system.html
  • http://www.scribd.com/doc/26808806/S-I-M


Minggu, 14 Oktober 2012

Langkah-langkah Manajer Dalam Mengelola Sumber Daya Fisik Dan Sumber Daya Konseptual


Nama   : Indah Nurlestari
NPM    : 49210575
Kelas    : 3DA03

PENDAHULUAN

Manajemen didefinisikan sebagai “penggunaan sumber daya yang efektif dan efisien untuk mencapai hasil dengan upaya orang lain”. Oleh karena itu manajemen atas sumber daya adalah bagian penting dan terpadu dari manajemen yang efektif. Tujuan dari manajemen sumber daya adalah untuk membantu anda mencapai hasil dari perencanaan. Hal ini akan memudahkan untuk menentukan sumber daya yang diperlukan dan mencari dari mana mendapatkannya, mengelola sumber daya manusia secara efektif, sumber daya fisik dan keuangan yang ada dibawah pengendalian anda, memantau penggunaan sumber daya dan merencanakan mencapai hasil dalam batas-batas sumber daya yang tersedia.

Dalam penerapannya, manajemen yang tepat tentu akan menyuksekan langkah perusahaan dalam memimpin persaingan dengan perusahaan lain. Oleh karena itu di butuhkan sebuah sistem manajemen informasi pada suatu perusahaan (Corporate Information Management). Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”. Sistem manajemen informasi perusahaan erat kaitannya dengan system penunjang keputusan dimana system ini dapat membantu sebuah perusahaan terutama pimpinan (Manager) dalam pengambilan keputusan-keputusan yang tepat ataupun keputusan dalam suatu permasalahan didalam perusahaan tersebut.

PEMBAHASAN

Dalam suatu perusahaan, tersedia lima jenis utama sumber daya yaitu manusia, material, mesin, uang, dan informasi. Manusia, material, mesin, dan uang merupakan sumber daya yang berwujud (sumber daya fisik), mereka ada secara fisik dan dapat disentuh. Sedangkan informasi merupakan sumber daya konseptual yang berupa informasi dan data. Para manajer menggunakan sumber daya konseptual untuk mengelola sumber daya fisik dengan cara yang paling efektif. 

Jenis sumber daya : 
  1. SUMBER DAYA FISIK
a.      Man (Manusia)
Ini bukan hanya berarti menentukan orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat, tetapi juga termasuk kemampuan seorang manajer untuk melakukan pendelegasian tugas, dan penilaian kinerja dan memimpin tim bawahannya. Kemampuan komunikasi merupakan kunci

b.      Material (Bahan)
Mengelola material dapat memberikan dampak langsung pada keuntungan perusahaan, misalnya, terlalu banyak persediaan akan menyebabkan banyaknya modal yang terikat dalam persediaan, sebaliknya terlalu sedikit persediaan akan mengganggu kelancaran produksi karena kekurangan bahan baku. Hal ini bukan hanya memusingkan perusahaan manufaktur; perusahaan jasa yang kekurangan pena atau formulir pesanan, misalnya, atau sebuah perusahaan penyelenggara pelatihan yang kehabisan buku tulis atau kertas flip chart, juga akan mengalami kesulitan.

c.       Machine (Mesin - termasuk fasilitas + energi
Mesin digunakan untuk memudahkan atau membantu perusahaan mengerjakan sesuatu agar waktu yang di gunakan lebih efektif dan efisien , dengan ini mesin merupakan suatu sumber daya yang sangat penting dalam membantu semua pekerjaan dalam perusahaan.

d.      Money (Uang )
Anda harus mempunyai suatu sistem untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang berguna. Ini bisa berasal dari dalam maupun luar organisasi. Penggunaan ukuran kinerja yang diterima secara umum memungkinkan anda untuk membandingkan kinerja perusahaan anda dengan perusahaan lain. Anda juga harus menggunakan cara pendanaan alternatif lainnya dan membandingkan posisi dan kinerja saat ini dari cara-cara yang berbeda itu. Lakukanlah hal ini untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Pada waktu melakukan peninjauan kembali atas penggunaan sumber keuangan, bertindaklah cepat terhadap masalah-masalah keuangan yang ditemukan

   2.  SUMBER DAYA KONSEPTUAL

a.      Informasi – termasuk data)
Sedangkan informasi merupakan sumber daya konseptual yang berupa informasi dan data. Para manajer menggunakan sumber daya konseptual untuk mengelola sumber daya fisik dengan cara yang paling efektif. Informasi merupakan salah satu sumber dasar yang ada bagi para manajer yang mempunyai nilai, karena informasi akan memberikan sumber yang nyata dan akan lebih berperan bila suatu perusahaan bertambah besar

Langkah-langkah yang diambil manajer dalam mengelola sumber daya fisik :
  1. Sumber daya diperoleh dan disusun
  2. Memaksimalkan penggunaan sumber daya
  3. Mengganti sumber daya pada saat kritis sebelum sumber daya menjadi tidak efisien
Langkah-langkah yang diambil manajer dalam mengelola sumber daya koseptual : 
  1. Memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul untuk diproses menjadi informasi yang berguna.
  2. Memastikan bahwa orang yang layak dalam organisasi menerima informasi.
    tersebut dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat.
  3. Akhirnya, membuang informasi yang tidak berguna lagi dan menggantinya dengan informasi yang mutakhir dan akurat.
KESIMPULAN

Manajemen harus menggunakan sumber daya fisik dan sumber daya konseptual yang efektif dan efisien supaya mampu bersaing dengan perusahaan lain. Apabila manajemen tidak mampu menerapkan sumber daya fisik dan sumber daya konseptual maka akan merugikan bagi perusahaan. Oleh karena itu di butuhkan sebuah sistem manajemen informasi pada suatu perusahaan (Corporate Information Management). Sistem informasi manajemen yaitu sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem manajemen informasi perusahaan erat kaitannya dengan system penunjang keputusan dimana system ini dapat membantu sebuah perusahaan terutama pimpinan (Manager) dalam pengambilan keputusan-keputusan yang tepat ataupun keputusan dalam suatu permasalahan didalam perusahaan tersebut.

Referensi :


Selasa, 26 Juni 2012

Tugas Kewirausahaan 4

1.    Jenis – jenis perencanaan dalam organisasi wirausaha ?
Aktivitas perencanaan dapat dibagi menjadi dua yaitu :
•    Perencanaan strategis
Perencanaan strategis adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan pada organisasi secara menyeluruh. Wirausahawan memandang organisasi sebagai suatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukannya dalam jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasinya. Perencanaan jangka panjang wirausahawan adalah mencoba menentukan apa yang dilakukan oleh organisasi agar berhasil dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun mendatang.
•    Perencanaan Taktis
Perencanaan Taktis adalah perencanaan jangka pendek yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang berjalan. Wirausahawan menggunakan perencanaan taktis untuk menguraikan apa yang harus dilakukan oleh berbagi bagian dari organisasi untuk mencapai keberhasilan pada jangka waktu satu tahun atau kurang.


2.    Pendekatan dalam perencanaan organisasi wirausaha ?
Tiga pendekatan atau filsafat dasar untuk melaksankan fungsi perencanaan ada 3 yaitu :
1.    Pendekatan Probabilitas Tinggi
Pendekatan Probabilitas Tinggi yaitu perencanaan didasarkan pada filsafat bahwa seharusnya terdapat probabilitas tinggi bahwa organisasi agak bisa mencapai keberhasilan. Perencanaan menggunakan pendekatan probabilitas tinggi yang ditujukan langsung untuk menjamin tingkat keberhasilan yang bisa diterima.
Pendekatan Probabilitas Tinggi mempunyai beberapa keuntungan dan kerugian. Diantara keuntungannya adalah bahwa pendekatan ini biasanya menghasilkan rencana yang sangat tepat. Kerugiannya adalah bahwa pendekatan ini biasanya tidak mendorong rencana - rencana yang kreatif.
2.    Pendekatan Maksimisasi
Pendekatan Maksimisasi didasarkan pada filsafat bahwa organisasi hendaknya mencapai keberhasilan sebesar mungkin. Dari sudut pandang ini, perencana tidak puas dengan karakteristik tingkat keberhasilan yang bisa diterima dari pendekatan probabilitas tinggi tetapi menekankan pada maksimisasi keberhasilan.
Pendekatan Maksimisasi Perencanaan mempunyai beberapa keuntungan dan kerugian. Diantara keuntungannya adalah bahwa pendekatan ini secara kontinyu menekankan pada pencapaian keuntungan potensial penuh dari organisasi dan mengunakan teknik kuantitatif yang canggih untuk mengembangkan rencana - rencana. Kerugian pendekatan ini adalah bahwa pendekatan ini biasanya memperlakukan komponen organisasi sebagai sepenuhnya bisa dikuantifikasi dan bisa diprediksi.
3.    Pendekatan adaptasi
Pendekatan adaptasi menekankan bahwa perencanaan yang efektif dipusatkan pada usaha membantu organisasi untuk berubah atau menyesuaikan diri dengan variabel eksternal atau internal. Pendekatan ini didasarkan pada filsafat bahwa suatu ketidakmampuan beradaptasi adalah kendala besar bagi keberhasilan organisasi.
Perencana yang menggunakan pendekatan ini yaitu:
a)    Melihat perubahan organisasional sebagai tidak bisa dihindari
b)    Memusatkan diri pada antisipasi perubahan masa depan
c)    Menentukan, melalui analisa organisasional, bagaimana memodifikasi organisasi ketika tiba saat untuk berubah
Pendekatan Adaptasi mempunyai beberapa keuntungan dan kerugian. Diantara keuntungannya adalah bahwa pendekatan ini difokuskan pada lingkungan eksternal dan lingkungan internal dari organisasi untuk memprediksi perubahan organisasional. Kerugian pendekatan ini termasuk penekanan yang kurang pada tujuan organisasi dibandingkan dengan pendekatan probabilitas tinggi dan pendekatan adaptasi dan kemungkinan bahwa analisa organisasi dan perubahan yang dihasilkan lebih merupakan akhir dari perencanaan daripada sebagai alat mencapai keberhasilan.

3.    Alat–alat perencanaan dalam organisasi wirausaha/wiraswasta ?
Alat-alat perencanaan adalah teknik yang digunakan wirausahawan untuk membantu mengembangkan rencana – rencana. Alat- alatnya yaitu :
a)    Peramalan (forecasting)
Peramalan (forecasting) adalah teknik prediksi terjadinya lingkungan masa depan yang akan mempengaruhi operasi organisasi. Arti penting dari peramalan terletak pada kemampuannya untuk membantu wirausahawan mengerti dengan lebih baik perbaikan masa depan dari lingkungan organisasional, yang pada gilirannya membantu wirausahawan untuk merumuskan rencana-rencana yang lebih efektif
b)    Metode Analisa Runtun Waktu ( time series analysis method )
Metode analisia runtun waktu memprediksi penjualan dimasa mendatang dengan menganalisa hubungan historis antara waktu dan penjualan. Informasi  menunjukan hubungan antara waktu dan penjualan bisa disajikan dalam bentuk grafik . Penyajian ini dengan jelas menunjukan kecenderunagn dimasa lalu, yang bisa digunakan untuk meramal penjualan dimasa mendatang.
c)    Penjadwalan (scheduling)
Pada dasarnya penjawalan adalah proses perumusan daftar aktivitas yang mendetail yang harus di laksanakan untuk mencapai tujuan organisasdi. Daftar aktivitas tersebut merupakan bagian integral dari rencana organisasional. Peta Gannt (Gannt Chart) dan analisa network adalah dua teknik penjadwalan. Berikut penjelasan dari dua teknik penjadwalan tersebut.
•    Peta Gannt (Gannt Chart)
Peta Gannt adalah peralatan penjadwalan yang dikembangkan oleh Henry L. Gannt. Peta ini pada dasarnya diagram balok (bar graph) dengan waktu pada sumbu harisontal dan sumber daya yang dijadwalkan berada pada sumber vertikal. Teknik Evaluasi dan Telaah pragram (PERT), suatu teknik yang berasal sebagian dari teknik peta gannt, adalah alat penjadwalan yang dirancang untuk menekankan pada saling hubungan diantara tugas - tugas.
•    Jalur Kratis (CriticalPath)
Perhatian hendaknya dipusatkan pada jalur kritis dari jaringan PERT. Jalur kritis adalah rangkaian dari peristiwa dan aktivitas yang memerlukan periode waktu paling lama untuk diselesaikan. Julur ini di namakan jalur kritis karena penundaan pada waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan rangkaian ini akan menyebabkan penundaan pada proyek.

4.    Teori organisasi wirausaha ?
a.    Neo Klasik
Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen (individu - individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan.
b.    Schumpeter’s entrepreneur
Kajian schumpeter lebih banyak dipengaruhi oleh kajian kritisnya terhadap teori keseimbangan (equilibrium theory)-nya Walras. Menurut beliau, untuk mencapai keseimbangan diperlukan tindakan dan keputusan aktor (pelaku) ekonomi yang harus berulang-ulang dengan “cara yang sama” sampai mencapai keseimbangan. Jadi kata kuncinya “berulang dengan cara yang sama”, yang menurut Schumpeter disebut “situasi statis”, dan situasi tersebut tidak akan membawa perubahan.
c.    Austrian School
Mengutip Adaman dan Devine (2000), masalah ekonomi mencakup mobilisasi sosial dari pengetahuan yang tersembunyi (belum diketahui umum) yang terfragmentasi dan tersebar melalui interaksi dari kegiatan para entrepreneur yang bersiang. Penemuan pengetahuan tersembunyi merupakan proses perubahan yang berkelanjutan. Dan proses inilah yang merupakan titik awal dari pendekatan Austrian terhadap kewirausahaan. Ketika dunia dipenuhi ketidakpastian, proses tersebut kadang mengalami sukses dan gagal. Namun seorang entrepreneur selalu berusaha memperbaiki kesalahannya.
d.    Kirzerian Entrepreneur
Kirzer memakai pandangannya Misesian tentang “human action” dalam menganalisis peranan entrepreneural.
e.    Teori Entrepreneur dari perspektif individu
Beberapa di antaranya adalah :
1.    Life path change
2.    Goal Directed Behaviour, dan
3.    Outcome expectancy


5.    Departementalisasi rentang manajemen ?
Proses pembentukan manajemen disebut departementalisasi. Pembentukan departemen – departemen tersebut umumnya didasarkan pada faktor situasional  seperti fungsi-fungsi kerja yang dilaksanakan, produk yang dibuat, daerah yang diliput, sasaran konsumen, danproses yang dirancang untuk pembuatan produk.
Rentang manajemen menunjuk pada jumlah individu yang diawasi oleh wirausahawan. Semakin banyak individu yang diawasi wirausahawan makin besar pula rentang manajemen begitupula sebaliknya. Rentang manajemen dinamakan juga rentang kekuasaan (span of authority ), rentang pengawasan (span of control), rentang supervisi (span of supervision), dan rentang tanggungjawab (span of responsibility).

6.    Bagaimana tentang pengembangan organisasi wirausaha ?
•    Strategi untuk mengubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.
•    Pengembangan organisasi merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.
•    Pengembangan organisasi lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
•    Pengembangan organisasi meliputi perubahan yang sengaja direncanakan
•    Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.
•    Pengembangan organisasi merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi

7.    Norma dan etika bisnis dalam kewirausahaan ?
•    Menurut zimmer (1996:20) , etika bisnis adalah suatu kode etik perilak pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan.
•    Menurut Ronald J Ebert dan icky M Griffin (200:80), etika bisnis adalah istilah yang sering digunakan untuk menunjukkan perilaku etika dari seorang manajer atau karyawan suatu organisasi.
Jadi, Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam berusaha dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam suatu perusahaan.
Selain etika dan perilaku, yang tidak kalah penting yang dalam bisnis adalah norma etika. Menurut Zimmerer (1996:22), ada tiga tingkatan norma etika, yaitu :
a.    Hukum, berlaku bagi masyarakat secara umum yang mengatur perbuatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Hukum hanya mengatur perilaku minimum.
b.    Kebijakan dan prosedur organisasi, memberi arah khusus bagi setiap orang dalam organisasi dalam mengambil keputusan sehari-hari. Para karyawan akan bekerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan / organisasi.
c.    Moral sikap mental individual, sangat penting untuk menghadapi suatu keputusan yang tidak diatur oleh aturan formal


8.    Prinsip – prinsip etika dan perilaku bisnis ?
Prinsip – prinsip etika dan perilaku bisnis ada 10 macam yaitu :
a.    Kejujuran
b.    Integritas
c.    Memelihara janji
d.    Kesetiaan
e.    Keadilan
f.    Suka membantu orang lain
g.    Hormat kepada orang lain
h.    Tanggungjawab sebagai warga Negara
i.    Meraih keunggulan
j.     Akuntabilitas


9.    Cara – cara mempertahankan standar etika bisnis dalam wirausaha ?
•    Ciptakan kepercayaan perusahaan dengan cara menunjukkan tanggungjawab dan nilai-nilai yang dianut perusahaan kepada stakeholder.
•    Kembangkan dan laksanakan kode etik bisnis secara adil dan konsisten.
•    Berikan perlindungan hak individu dengan kekuatan berbagai prinsip moral dan nilai untuk menghindari penyimpangan etika.
•    Berikan pelatihan tentang etika.

10.    Macam – macam tanggungjawab perusahaan terhadap wirausaha ?
Menurut Zimmerer (1996) ada 5 tanggungjawab perusahaan, yaitu :
1.    Tanggungjawab terhadap lingkungan
2.    Tanggungjawab terhadap karyawan, seperti menghormati pendapat karyawan, dan memberikan umpan balik dsb.
3.    Tanggungjawab terhadap pelanggan, seperti menghasilkan harga yang adil dan layak, menghasilkan barang/jasa yang bermutu tinggi.
4.    Tanggungjawab kepada investor
5.    Tanggungjawab terhadap masyarakat


Referensi :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/perencanaan-organisasi-kewirausahaan-3/
http://www.scribd.com/doc/53430518/5/Prinsip-Etika-dan-Perilaku-Bisnis
http://id.shvoong.com/business-management/2000463-norma-dan-etika-bisnis/#ixzz1y8FNxHu1
http://www.scribd.com/doc/97295376/Tugas-4-Perencanaan-Wirausaha

Jumat, 15 Juni 2012

Online Shop



Hay ladies takut tertipu belanja online
Hilangkan semua itu di "Indah's Shop"
Disini kami menjual banyak kreasi dari kain flanel dan haraganya pun cukup murah bagi kalangan masyarakat. Macam-macam produk yang kami jual seperti bros, gantungan HP, gantungan kunci, jepit rambut, tempat tisu, frame foto, album foto, notes, kalung dan masih banyak lagi.


cara pemesanan :

via sms atau telp (02192694829)
dengan mengetikkan >>
1. Nama barang
2. Nama Anda
3. Alamat
4. Kode pos

Yuk di order sis....

 Bros only @3.000 - @5.000

Gantungan HP only @3.000 - @5.000

Frame Foto only @15.000

Notes only @15.000

Album Foto only @15.000

Gantungan Kunci @5.000

Jepit rambut only @3.000

Kalung only @10.000

Tempat tisu only @25.000

Senin, 28 Mei 2012

Tugas Kewirausahaan 3


Nama    : Indah Nurlestari
NPM    : 49210575
Kelas     : 2DA03


Hai teman-teman ada tugas softskill nie,,, yang judulnya tentang wirausaha 
mari kita ketahui lebih lanjut :)

1.    Pembiayaan usaha baru berasal darimana?
       a)  Dana internal yaitu dana yang berasal dari internal perusahaan atau pun berasal dari penjualan
            aset usaha dan atau aset pribadi.
       b)  Dana investor yaitu sumber dana dari pihak eksternal yang tertarik berinvestasi pada bisnis
            atau usaha yang sedang dan atau akan dijalankan. Dana investor dapat berupa pinjaman
            perusahaan, investasi langsung, kerjasama investasi, atau pun pembelian saham.
       c)  Dana Suplier yaitu sumber dana yang tidak secara langsung terlihat sebagai fisik uang, namun 
            sumber dana dari suplier berupa fasilitas tempo pembayaran yang lebih panjang.
       d)  Dana Lembaga Keuangan yaitu lembaga keuangan di maksud dapat berupa Bank, atau pun
            lembaga-lembaga pembiayaan lainnya.

2.    Apa sajakah masalah-masalah dalam pencarian modal yang terjadi pada wirausahaan?
       a.  Kurangnya pengalaman serta keseriusan dalam menjalankan suatu usaha
       b.  Kurangnya hubungan antara para sumber modal
       c.  Adanya kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
       d.  Adanya masalah perusahaan yang kurang serius dalam menindaklanjuti

3.   Apa yang menentukan hubungan financial perusahaaan?
      1)  Penentuan kebutuhan kas untuk memulai usaha
             a.  Pendekatan pendapatan, mengembangkan jumlah modal yang diperlukan untuk  
                  menghasilkan sejumlah tertentu pendapatan tahunan.
             b.  Pendekatan tingkat sewa, menentukan jumlah penjualan dan kemudian modal yang
                  dibutuhkan untuk mendudkung sewa yang dimaksud.
             c.  Pendekatan kas yang tersedia, dimulai dengan jumlah modal yang dimaksud untuk 
                  menentukan pendapatan yang mungkin dari penggunaan yang efisien
      2)  Penentuan kebutuhan kas bagi perusahaan yang sudah ada, dilakukan dengan :
             a.  Membuat proyeksi laporan laba rugi
             b.  Membuat neraca dan arus kas
             c.  Membuat ringkasan kebutuhan dan penggunaan kas
             d.  Menentukan bagian dari kas total yang dibutuhkan untuk dibiayai dengan modal ventura

4.   Apa yang menentukan penetapan kelayakan usaha baru?
      a)  Berupa produk baru atau jasa dapat dijual
      b)  Berapa biaya yang dikeluarkan serta mampukah produk atau jasa tersebut mampu 
           memperoleh laba
      c)  Banyak dana telah dikeluarkan didalam memulai usaha baru dan juga yang mengalami 
           kebangkrutan dalam satu atau dua tahun

5.   Analisa kelayakan teknis usaha baru?
      Dalam melaksanakan analisis kelayakan teknis ada 2 langkah yang harus dilakukan yaitu :
      a)  Identifikasi spesifikasi teknis yaitu sebuah peluang usaha baru yang harus memiliki daya tarik
           penampilan produk, produk mudah di modifikasi sesuai dengan perubahan teknologi, 
           permintaan konsumen, perkembangan pesaing, daya tahan dari bahan baku produk, 
           mudah diproduksi, biaya rendah.
      b)  Uji coba produk atau jasa untuk menemukan apakah ia memenuhi spesifikasi kinerja
           Setelah produk dianalisis secara teknis perlu dilakukan uji coba produk dalam rangka untuk 
           memperoleh jaminan bahwa produk atau jasa tersebut dapat memenuhi permintaan konsumen.

6.   Sebutkan penilaian kemampuan organisasi?
      a)  Penentuan kebutuhan personalia dan perencanaan struktur organisasi awal.
           Langkah pertama dalam penentuan kebutuhan personalia adalah analisis kebutuhan tenaga kerja 
           dan berbagai aktivitas yang perlu dilakukan. Langkah kedua adalah pengelompokkan aktivitas 
           tersebut ke dalam seperangkat tugas yang bisa ditangani individu secara efektif. Langkah tiga 
           adalah dari berbagai tugas dikategorikan untuk membentuk dasar dari struktur organisasi.
      b)  Perbandingan kebutuhan dan ketersediaan personalia.
           Pada langkah ini perlu dilakukan membandingan personalia yang dibutuhkan dan orang-orang 
           yang berkualitas yang tersedia bagi usaha baru.

7.   Sebutkan analisa persaingan dalam wirausaha?
      a)  Setiap bisnis usaha umumnya cenderung menghadapi dua jenis tekanan persaingan :
             1)  Persaingan langsung dari produk atau jasa yang identik dengan produk perusahaan itu 
                  pada pasar yang sama
             2)  Tekanan tidak langsung dari barang substitusi (pengganti)
      b)  Pendekatan pragmatis untuk menganalisa tekanan persaingan dipusatkan pada tiga tugas :
             1)  Identifikasi pesaing besar potensial
             2)  Identifikasi berbagai strategi dan taktik yang digunakan pesaing dan dampak potensialnya 
                  terhadap operasi usaha yang direndahkan
             3)  Identifikasi keuntungan persaingan tertentu dari usaha yang direncanakan dan 
                  pengembangan strategi yang didasarkan pada penekanan pada keuntungan tersebut

8.   Jelaskan pengertian, resiko, persetujuannnya, dan keuntungan tentang waralaba/franchise/hak guna
      usaha?
      a)  Pengertian
              Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perorangan atau badan usaha terhadap 
           sistem dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah 
           terbukti hasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan 
           perjanjian waralaba.
 
      b)  Resiko
             1)  Memilih partner bisnis yang salah
             2)  Tidak memiliki dana yang cukup besar untuk mendukung perkembangan bisnis franchisee
             3)  Pertumbuhan yang terlalu cepat
             4)  Belum memiliki cukup pengalaman di bisnis kemitraan
             5)  Komunikasi yang tidak efektif antara franchisor dan franchisee

      c)  Persetujuannya
                Di Indonesia bisnis waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an yaitu dengan hadirnya 
           dealer kendaraan bermotor melalui pemberian lisensi. Pada perkembangan selanjutnya yaitu
           pada tahun 1970-an, konsep ini berkembang menjadi lisensi plus yaitu waralaba tidak sekadar
           menjadi penyalur tetapi memiliki hak untuk memproduksi. 
                Pada tahun 2008, menurut WALI (Waralaba dan Lisensi Indonesia), sebuah asosiasi  
           waralaba , omzet tiap bulan yang diperoleh mencapai Rp 4,4 triliun dengan menyerap tenaga
           kerja sebanyak 890.128 orang. Selanjutnya menurut Asosiasi  Franchise Indonesia (AFI)
           pada tahun 2009 tercatat 1.010 usaha waralaba (750 lokal dan 26 asing). Salah satu payung
           hukum yang berlaku adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2007.
  
      d)  Keuntungan
             1)  Keuntungan Waralaba bagi Terwaralaba
                    •   Penerimaan produk dan daya tarik merek
                    •   Standarisasi kualitas barang dan jasa
                    •   Bantuan modal dan keuangan
                    •   Produk dan format bisnis yang sudah terbukti
                    •   Peluang sukses lebih besar
                    •   Kesempatan memiliki bisnis sendiri dengan model bisnis yang telah teruji
             2)  Keunggulan Waralaba bagi Pewaralaba
                      Ketika bisnis masih berada pada fase awal, entrepreneur membutuhkan banyak modal
                  untuk mencapai pertumbuhan yang cepat. Hal ini dibutuhkan untuk memperoleh 
                  pengakuan merek dan skala ekonomis. Konsep waralaba membantu entrepreneur karena 
                  menyediakan peluang untuk memperoleh banyak modal.
            

Referensi :
http://binaukm.com/2010/12/sumber-sumber-pembiayaan-usaha/
http://edwardferdinandonly.blogspot.com/2011/03/evaluasi-peluang-usaha-baru.html
http://www.suwayuwo.com/2011/11/pengertian-waralaba-atau-franchise.html

Rabu, 18 April 2012

Kewirausahaan

1.    Apa inti karakteristik wirausaha?

     Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar,      kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan menurut Drucker (1959) adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang. Proses kreatif dan inovatif biasanya diawali dengan munculnya ide-ide dan pemikiran-pemikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

     Karakteristik wirausaha adalah sesuatu yang berhubungan dengan watak, perilaku, tabiat, gaya, dan sikap orang terhadap sesuatu yang diperjuangkan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batinnya. Karakteristik dapat juga diasumsikan sebagai tanda atau sifat khas seseorang dalam berperilaku/bertingkah. Dengan demikian, setiap wirausahawan pasti mempunyai karakteristik yang khas dan dimiliki secara khusus, kemudian dipelihara dan dikembangkan oleh seorang wirausaha, Misalnya:
1.    Naluri bisnis sangat tajam (peka terhadap peluang usaha)
2.    Cepat melihat peluang usaha
3.    Kreatif
4.    Ulet dan siap pada tantangan
5.    Ingin mencapai usaha dan menguntungkan

Para ahli mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Geoffrey G. Meredith mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut:


NoCiri-CiriWatak
1Percaya diriKeyakinan, kemandirian, individualitas, dan optimisme.
2Berorientasikan tugas dan hasilKebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
3Pengambil resikoMemiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.
4KepemimpinanBertingkah laku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, suka terhadap kritik dan saran yang membangun.
5KeorisinilanMemiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serta bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
6Berorientasi ke masa depanPersepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.
7Jujur dan tekunMemiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja.

Menurut Mc. Clelland, ciri-ciri seorang wirausahawan adalah sebagai berikut:
1.    Keinginan untuk berprestasi
2.    Keinginan untuk bertanggung jawab
3.    Preferensi pada risiko-risiko menengah
4.    Persepsi untuk kemungkinan berhasil
5.    Rangsangan oleh balikan (feed back)
6.    Kegiatan energik
7.    Orientasi ke masa depan
8.    Keterampilan dalam organisasi
9.    Sikap terhadap uang

    Pada intinya, karakteristik wirausahawan adalah mempunyai sikap dan perilaku disiplin, berkomitmen tinggi, jujur, kreatif, inovatif, mandiri, dan realistis, disertai tanggung jawab terhadap apa yang dilakukan dengan usahanya.


2.    Bagaimana mengidentifikasi potensi kewirausahaan?

     Wirausahawan yang berhasil mempunyai standar prestasi (n Ach) tinggi. Potensi kewirausahaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut : (Masykur, Winardi)
1.    Kemampuan inovatif
2.    Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
3.    Keinginan untuk berprestasi
4.    Kemampuan perencanaan realistis
5.    Kepemimpinan berorientasi pada tujuan
6.    Obyektivitas
7.    Tanggung jawab pribadi
8.    Kemampuan beradaptasi (Flexibility)
9.    Kemampuan sebagai pengorganisator dan administrator
10.    Tingkat komitmen tinggi (survival)


3.    Mengapa disiplin ilmu kewirausahaan dapat diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu yang independen?

      Kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup umtuk memperoleh peluang dengan baerbagai risiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut Thomas W. Zimmerer (1996), “Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin serta proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.”

    Menurut Soeharto Prawirokusumo (1997:4), pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen, karena:
1.  Kewirausahaan berisi bidang pengetahuan yang utuh dan nyata, yaitu terdapat teori, konsep, dan    metode ilmiah yang lengkap.
2.  Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi permulaan dan perkembangan usaha, yang jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara menajemen dan kepemilikan usaha.
3. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri, yaitu kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan usaha dan pendapatan, atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.


4.    Jelaskan hal-hal yang menjadi objek studi kewirausahaan?

    Objek studi kewirausahaan adalah kemampuan merumuskan tujuan hidup, memotivasi diri, berinisiatif, membentuk modal, mengatur waktu, dan membiasakan diri untuk belajar dari pengalaman. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:14-15), kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi:
1. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha. Dalam merumuskan tujuan hidup/usaha diperlukan adanya perenungan dan koreksi, yang kemudian dibaca dan diamati berulang-ulang sampai dipahami apa yang menjadi kemauannya.
2.  Kemampuan memotivasi diri, yaitu untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang besar.
3. Kemauan berinisiatif, yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain, yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi terbiasa berinisiatif.
4. Kemampuan berinovasi, yang melahirkan kreativitas (daya cipta) dan setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan atau kombinasi baru yang dapat dijadikan perangkat dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat.
5.  Kemampuan membentuk modal material, sosial, dan intelektual.
6.  Kemampuan mengatur waktu dan membiasakan diri, yaitu untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan dan tidak menunda pekerjaan.
7.  Kemampuan mental yang dilandasi agama.
8. Kemampuan membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.

5.    Apa yang dimaksud dengan hakikat dari kewirausahaan?

     Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut                         ( Suryana, 2003:13), yaitu :
1.  Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2.  Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3.  Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer, 1996).
4.  Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5.  Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6.  Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

    Berdasarkan keenam konsep diatas, secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.


6.    Jelaskan pandangan berbagai ahli mengenai definisi kewirausahaan!

a.    Richard Cantillon (1775)
    Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.

b.    Jean Baptista Say (1816)
      Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.

c.    Frank Knight (1921)
   Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

d.    Joseph Schumpeter (1934)
      Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk:
1.    Memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru
2.    Memperkenalkan metoda produksi baru
3.    Membuka pasar yang baru (new market)
4.    Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau
5.    Menjalankan organisasi baru pada suatu industri.
Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.

e.     Penrose (1963)
    Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

f.     Harvey Leibenstein (1968, 1979)
   Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

g.    Israel Kirzner (1979)
      Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar.

h.    Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio
     Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.

i.    Peter F. Drucker
   Kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.

j.      Zimmerer
    Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).


Sumber:

Masykur Wiratmo, 1994, Kewirausahaan: Seri diktat kuliah, Gunadarma, Jakarta.
Suryana, Kewirausahaan, 2006, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses, Salemba Empat.
Zen S.Pd, Komarudin,dkk. 2008. Kewirausahaan. Jakarta: CV Bina Pustaka